Martapura – Era digital marketing membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan. Namun, pemanfaatan media digital oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) masih sering belum optimal. Hal ini juga dirasakan oleh para penjual jengkol di Desa Pingaran Ilir dan Desa Astambul, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, yang masih minim dalam memanfaatkan platform digital sebagai media promosi.
Sebaliknya, para penjual jengkol di Desa Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, telah lebih dahulu memanfaatkan promosi digital. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi tim dosen dari Stikes Intan Martapura dan Universitas Islam Kalimantan untuk mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Workshop Manajemen Usaha, Branding dan Digital Marketing”. Kegiatan ini merupakan implementasi dari hibah yang diberikan oleh Direktur Akademik PT Vokasi Kemendikbud RI, serta didukung oleh Yayasan Banjar Insan Prestasi Stikes Intan Martapura.
Pelatihan ini terdiri dari tiga sesi yang berlangsung pada Mei hingga Juni 2024. Sesi pertama pada 15 Mei 2024 membahas manajemen wirausaha, mencakup perencanaan usaha, kriteria bisnis yang sukses, serta strategi pengelolaan bisnis yang efektif. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Pingaran Ilir, Ahmad Zaini, S.Pd.I, beserta perangkat desa lainnya.
Sesi kedua pada 22 Mei 2024 berfokus pada strategi branding dan digital marketing. Dalam sesi ini, tim pengabdi memperkenalkan konsep JUKOLAT (Jual Jengkol Sehat) sebagai brand utama yang mengedepankan manfaat kesehatan jengkol. Platform digital seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, dan website juga diperkenalkan sebagai alat pemasaran yang efektif.
Sesi ketiga pada 6 Juni 2024 berupa evaluasi materi sebelumnya serta praktik langsung pemanfaatan media sosial untuk promosi. Peserta mendapatkan wawasan tentang manfaat jengkol bagi kesehatan, seperti sebagai sumber protein berkualitas, menjaga kesehatan tulang, mengatur gula darah, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini semakin memperkuat konsep branding JUKOLAT.

Dari total 20 peserta yang ditargetkan, rata-rata kehadiran mencapai 18 orang dengan tingkat antusiasme yang tinggi. Para peserta mengalami peningkatan pengetahuan dalam manajemen usaha serta digital marketing. Pelatihan ini mengusung metode interaktif dengan pemanfaatan berbagai media visual seperti audio dan video, serta pendampingan praktik langsung.
Kepala Desa Pingaran Ilir, Ahmad Zaini, mengapresiasi kegiatan ini karena selaras dengan program kerja desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat senang ada pihak luar yang melaksanakan kegiatan ini di desa kami. Program ini sangat membantu dalam mewujudkan implementasi program kerja desa,” ujarnya.
Salah satu peserta, Dani, juga mengungkapkan kegembiraannya atas manfaat yang diperoleh dari pelatihan ini.
“Saya dan teman-teman sangat senang bisa ikut dalam kegiatan ini. Kami mendapatkan wawasan dan pengalaman berharga dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi jualan,” kata Dani.
Sebagai penutup, tim pengabdi menyerahkan kelengkapan branding berupa banner dan spanduk hasil desain untuk mendukung promosi para penjual jengkol yang aktif dalam kegiatan ini. Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk terus mendampingi pengembangan digital marketing JUKOLAT secara bertahap. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata dalam membantu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui inovasi digital.















