Rab. Jun 19th, 2024

LSM BP3K-RI Kecam Penundaan Proyek Embung di Kotabaru

By Redaksi Mei14,2024

Kotabaru – Pekerjaan rehabilitasi bangunan pengambilan air baku IKK Serongga di Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengalami penundaan yang cukup serius. Proyek pembangunan embung dan penampung air Tahun 2022 kemarin yang seharusnya menjadi penyokong utama bagi petani di daerah tersebut terlihat mangkrak.

LSM BP3K-RI Perwakilan Kalimantan Selatan menyoroti keadaan proyek yang terbengkalai. Ketua LSM tersebut, Muslim Main, atau yang akrab disapa Bang Ulim, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi proyek yang tidak berjalan sesuai rencana.

Ketua LSM BP3K-RI Kalsel Muslim Main Bersama Ketua BABAK Kalsel H Bahrudin

“Kami sangat menyesalkan mangkraknya proyek pembangunan embung dan penampung air di IKK Serongga. Kejadian ini sungguh miris,” ujar Bang Ulim, Jumat (10/05/24).

Menurut Bang Ulim, kegagalan proyek ini disebabkan oleh kurangnya profesionalisme dari pihak kontraktor yang bertanggung jawab. Dia menegaskan bahwa pelaksanaan proyek seharusnya dilakukan dengan penuh dedikasi dan kualitas yang tinggi.

“Dugaan kami, ini akibat tidak profesionalnya kontraktor. Jika tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik, sebaiknya mereka tidak ikut serta dalam proyek pembangunan,” tambahnya.

Dampak dari proyek yang terbengkalai ini sangat dirasakan oleh masyarakat petani setempat. Mereka kehilangan akses terhadap fasilitas yang seharusnya dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

“Kondisi terhentinya pembangunan ini sangat merugikan masyarakat petani. Mereka seharusnya dapat menikmati manfaat dari proyek ini, namun kini justru terbalik,” ungkap Bang Ulim.

LSM BP3K-RI mendesak agar pembangunan segera dilanjutkan, dan jika kontraktor sebelumnya tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, mereka menyerukan penggantian dengan pihak yang lebih kompeten.

“Ganti saja kontraktornya, karena yang sekarang ini jelas tidak mampu bekerja dengan baik,” tegas Bang Ulim.

Sebelumnya, pekerjaan tersebut dimenangkan oleh CV. BAHTERA ADITAMA SEJAHTERA dengan nilai kontrak mencapai lebih dari Rp 841 juta. Namun, hingga saat ini, proyek tersebut masih terhenti tanpa kejelasan kelanjutannya.

Baca Juga  Sungai Tersebar Diduga Akibat Limbah Perusahaan, Nadhiv Audah Paparkan Langkah Hukum Yang Bisa Ditembuh

Sementara itu Ketua LSM BP3K-RI Muslim Main berencana dalam waktu dekat akan melaporkan dan melayangkan surat ke Kajati Kalsel atas mangkraknya Proyek Tersebut untuk diperiksa.

Ditempat terpisah saat media ini mau konfirmasi ke Dinas Terkait melalui pesan Whatsapp Ke kepala dinas dan Sekretaris Pekerjaan Umum Kabupaten Kotabaru namun tidak ada tanggapan dan tidak direspon.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *