Pelitanusantara.net – Pesta Pantai yang diberi nama Mappanre RI Tasi’e yang digelar selama 2 minggu ini usai dilaksanakan, festival wisata dan budaya ini berhasil menarik perhatian banyak pengunjung, tak hanya kalangan masyarakat dan wisatawan, para pejabat tinggi daerah pun turut menyaksikan kemerianhan tersebut.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Andrean Atma Maulani, SH. Berserta Istri dan anggota DPRD lainnya.
Dalam serangkaian acara yang berlangsung sejak beberapa hari lalu, Pesta Budaya Mappanre RI Tasi’e menjadi ajang promosi pariwisata dan kekayaan budaya Tanbu.
Dalam Gelar pesta Adat dan budaya Mappanre RI Tasi’e , Ketua DPRD Tanbu menyampaikan, dirinya memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh panitia dalam menggelar acara yang begitu meriah ini.
“Pesta Budaya Mappanre RI Tasi’e menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan Tanbu sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kalimantan Selatan. Saya berharap kegiatan ini dapat semakin mempromosikan pariwisata Tanbu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ucap Ketua DPRD Tanbu diberbagai media.
Puncak acara ditandai dengan penyambutan para pejabat dan tamu undangan, yang disuguhi dengan tarian Mesa Kanne, sebuah tarian khas Bugis yang juga turut memeriahkan acara dengan iringan musik dan tarian yang memukau.
Tari tersebut dimainkan oleh Sanggar Seni Baruna Bentala binaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu.
Tari Mesa Kane merupakan tarian penyambutan khas Bugis. Dalam bahasa Mandar berarti satu nenek atau satu keturunan.
Tarian ini menceritakan tujuh kerajaan yang ada di muara dan tujuh kerajaan yang ada di hulu yang berasal dari satu keturunan.
Tarian ini memiliki prinsip meneguhkan pendirian pada kebenaran, memuliakan orang yang berada diatas, menghargai orang yang sederajat, dan menyayangi orang-orang yang ada dibawah kita.
Tak hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan pembagian gratis 1.000 Sokko Tumbu makanan khas Bugis dan pembagian makanan gratis kemasyarakat pada festival kuliner 23 etnis nusantara. (Rel)















