Martapura – Warga Martapura digemparkan oleh penemuan potongan lembaran Al-Qur’an yang dijadikan pembungkus sayuran di salah satu pasar tradisional. Kejadian ini sontak menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat setempat yang dikenal religius.
Berdasarkan video yang beredar, tampak lembaran ayat suci Al-Qur’an dan sampulnya digunakan sebagai pembungkus kembang kol yang tergeletak di jalanan pasar. Hal ini memicu keprihatinan masyarakat yang menganggap penggunaan kitab suci untuk keperluan semacam itu sebagai tindakan yang tidak pantas.
Menanggapi temuan tersebut, Humas Perumda Pasar Kabupaten Banjar, Gusti Andreansyah, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Memang betul ada laporan sayur yang berbungkus ayat Al-Qur’an. Saat kami melakukan sidak, kami menemukan bahwa bungkus tersebut berasal dari Jawa langsung,” ujar Gusti Andreansyah, Selasa (18/3).
Gusti juga mengakui bahwa kejadian ini merupakan kelalaian dalam pemeriksaan produk yang masuk ke pasar. Ia berjanji akan meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Ini kejadian pertama, dan ke depan kami akan mengimbau para pedagang untuk lebih teliti dalam memeriksa kemasan barang dagangannya. Jika memungkinkan, sebaiknya dikemas ulang,” tambahnya.
Saat dilakukan penelusuran ke lapangan, pedagang yang diduga menjual sayuran dengan pembungkus ayat Al-Qur’an tidak terlihat di lokasi, sementara lapaknya tampak sudah bersih.
Masyarakat Martapura pun menyayangkan kejadian ini, mengingat kota tersebut dikenal sebagai “Serambi Makkah” yang memiliki nilai religius tinggi.
“Sangat disayangkan hal seperti ini bisa terjadi karena kelalaian dalam pemeriksaan,” ujar salah seorang warga, Bella.
Diharapkan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang, serta meningkatkan kesadaran pedagang dalam menjaga kesakralan kitab suci dalam kehidupan sehari-hari.















