Banjar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai Kamis, 22 Oktober hingga Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan ini berisi dengan berbagai perlombaan dan aktivitas. Selain itu, sebanyak 54 pondok pesantren se-Kalimantan Selatan mengikuti kegiatan ini.
Ketua Pelaksana HSN 2026, Reni Deniati, S.AP., menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan agenda tahunan yang terlaksana setiap 22 Oktober. Di Kabupaten Banjar, PCNU Kabupaten Banjar memotori kegiatan tersebut dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Selain itu, Reni mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang setiap tahunnya turut berperan dalam menyukseskan penyelenggaraan Hari Santri Nasional di Kabupaten Banjar.
Menurutnya, peringatan HSN 2026 tidak hanya berisi dengan upacara. Akan tetapi, juga berbagai kegiatan yang bertujuan mengembangkan potensi, kreativitas, keilmuan, serta kemampuan para santri di berbagai bidang.
12 kegiatan yang ada dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026
- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
- Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK).
- Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ).
- Festival Habsyi.
- Muhadharah.
- Lomba Video Profil Pondok Pesantren.
- Kirab Santri.
- Stand Pondok Pesantren.
- Lomba Karya Tulis Esai.
- Bahtsul Masail.
- Apel Santri
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan di bidang keagamaan, seni Islami, literasi, dakwah, dan pengembangan wawasan keilmuan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga akan dapat mempererat silaturahmi serta memperkuat hubungan antarpesantren di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, S.STP., M.H., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peran santri. Para santri berperan menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa dan mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas.
Selain itu, upacara tersebut diikuti oleh sejumlah lembaga pendidikan Islam yang ada di Martapura, di antaranya Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Pondok Pesantren Hidayatullah, Pondok Pesantren Putri Al Amin, Pondok Pesantren Iqdamul Ulum, serta MAN PK Martapura.
Reni berharap rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 27 Oktober 2026 ini dapat memperkuat semangat kebersamaan dan mendorong lahirnya generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, kreatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain itu, melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, PCNU Kabupaten Banjar turut mendorong penguatan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, pembinaan karakter, dan pengembangan potensi generasi muda.
Dengan semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas santri sekaligus memperkuat kontribusi pesantren bagi kemajuan daerah dan bangsa.

















