Pelaihari – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Research, dan Inovasi Daerah (Bapperida) secara resmi meluncurkan ajang Tanah Laut Innovation Award 2026 di Balairung Tuntung Pandang pada Kamis (17/9/2026).
Kegiatan strategis ini dihadirkan untuk mendongkrak daya saing daerah sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif dan progresif.
Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto. Dalam arahannya, beliau menekankan esensi utama dari pembentukan wadah inovasi di berbagai bidang.
”Saat ini kita dibuat nih suatu wadah namanya inovasi daerah, sesuai dengan tujuan dan bidangnya masing-masing. Tapi poin utamanya adalah meningkatkan pelayanan publik, memudahkan suatu birokrasi, pada ujungnya adalah membuat memudahkan pembangunan dalam suatu wilayah tersebut,” ujar Rahmat Trianto.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bapperida Kabupaten Tanah Laut, Afrizal Akbar, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan wujud nyata penjabaran misi ketiga pimpinan daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan dinamis.
”Poin utamanya dari keberadaan wadah inovasi daerah ini adalah meningkatkan pelayanan publik, mempermudah birokrasi, hingga pada akhirnya mempercepat terwujudnya pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut,” kata Afrizal Akbar.
Kompetisi bergengsi ini dibagi ke dalam lima kategori utama, yang mencakup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pengajar SMP, Puskesmas, Kecamatan Terinovatif, hingga Kategori Masyarakat (meliputi instansi vertikal, perguruan tinggi, pengajar SMA/SMK/MA, organisasi masyarakat, serta masyarakat umum).
Bagi peserta yang ingin berpartisipasi, rangkaian kegiatan dimulai dengan pendaftaran melalui aplikasi Sistem Informasi Inovasi Daerah Kabupaten Tanah Laut pada 17 September–10 Oktober 2026, dilanjutkan verifikasi internal pada 11–24 Oktober 2026, serta tahap akhir berupa wawancara, presentasi, dan penganugerahan pemenang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut pada November 2026.
Dari sisi pencapaian kinerja, Afrizal memaparkan bahwa perhitungan mandiri tahun 2026 mencatatkan Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Tanah Laut pada skor akumulatif 68,31. Capaian ini diharapkan dapat tetap bertahan usai verifikasi dari BSKDN Kemendagri agar Tanah Laut sukses menyabet predikat daerah “Sangat Inovatif”.
Sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem inovasi, Pemkab Tanah Laut telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati pada 25 Mei 2026.
Kebijakan ini mewajibkan setiap SKPD untuk mengirimkan sekurang-kurangnya dua inovasi, sementara pihak Kecamatan, RSUD, Puskesmas, dan SMP diwajibkan menyetorkan minimal satu inovasi dengan tingkat kematangan bernilai di atas 80.















