Martapura – Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Intan Martapura bersama sejumlah organisasi kemahasiswaan menggelar aksi kemanusiaan untuk membantu korban kebakaran di Desa Kaliukan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.
Mahasiswa STIKes Intan Martapura menyalurkan langsung bantuan berupa uang tunai, pakaian layak pakai, dan kebutuhan sehari-hari kepada para korban yang terdampak musibah pada Kamis (31/7/2025).
Dalam insiden tersebut, 10 rumah mengalami kerusakan, sementara tujuh di antaranya rusak berat dan tiga lainnya rusak ringan, dengan total 10 kepala keluarga atau 29 jiwa terdampak.
Mahasiswa STIKes Intan Martapura menggalang dana secara masif, baik di lingkungan kampus maupun di ruang publik. Di internal kampus, mereka mengumpulkan donasi dari seluruh sivitas akademika STIKes Intan Martapura.
Sementara itu, mahasiswa juga turun langsung ke jalan menggalang dana di kawasan strategis, yakni lampu merah Pasar Batuah, Jl. Ahmad Yani, Martapura.
Ketua BEM STIKes Intan Martapura, Amrina Rosyada, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika, masyarakat, dan para donatur yang telah berpartisipasi. Berkat dukungan semua pihak, bantuan bisa kami salurkan langsung kepada warga terdampak. Semoga ini menjadi pengalaman berharga dan langkah awal gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua STIKes Intan Martapura, Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH., turut memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang terlibat.
“Kami bersyukur dan bangga atas aksi solidaritas ini. Mahasiswa telah menunjukkan kepekaan sosial yang tinggi. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan, kebersamaan, dan solidaritas terhadap masyarakat,” ucapnya.
Beliau juga berharap aksi kebaikan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dan sosial.
“Semoga menjadi berkah dan semangat dalam menempuh studi serta kehidupan ke depan. Teruslah berbuat baik,” tambahnya.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke lokasi terdampak dan disaksikan oleh aparat desa serta relawan setempat. Respons dari warga pun sangat positif. Salah satunya, Badariah, warga yang rumahnya habis terbakar, menyampaikan rasa haru dan syukurnya.
“Kami benar-benar kehilangan segalanya, hanya tersisa pakaian di badan. Tapi bantuan ini sangat berarti, apalagi datang dari mahasiswa yang peduli. Terima kasih banyak kepada semua yang telah membantu,” ucapnya penuh haru.
Aksi ini menjadi cerminan nyata kepedulian mahasiswa STIKes Intan Martapura terhadap kondisi sosial di sekitarnya, sekaligus menjadi media pembelajaran karakter dan nilai kemanusiaan di luar ruang kelas.















