Ming. Mei 19th, 2024

Gelar Silaturahim dan Konsolidasi, APRI Ingin Semua Komunitas Tambang Terorganisir dalam Wadah RMC APRI

By Redaksi Jun19,2021

Pelitanusantara.net – Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) menggelar acara silaturahim dan konsolidasi bersama Ketua Umum APRI Gatot Sugiharto, di ruang meeting Lavender Hotel G’sign Banjarmasin, Sabtu (19/06) hari ini.

Gatot Sugiharto menyebutkan, sejak didirikan tahun 2014 hingga kini, APRI sudah memiliki sedikitnya 3,6 juta penambang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Terkait dengan kunjungannya hari ini, dirinya secara langsung menunjuk H. Risdianto Haleng HB untuk menjadi Ketua Umum APRI DPW Kalimantan Selatan. Selain itu, nantinya semua penambang rakyat wajib terhimpun dalam Responsible Mining Community (RMC).

“Sebenarnya tugas Pak Risdianto itu cukup berat, yang pertama membenahi kepengurusan DPW APRI Kalsel yang selama ini tidak jalan, kemudian membenahi dan membentuk DPC-DPC di semua Kabupaten Kota yang memiliki kegiatan tambang rakyat, serta yang paling berat menurut saya, mengupayakan supaya semua komunitas tambang terorganisir dalam wadah RMC APRI, sehingga eksistensi penambang rakyat secara real tersaji dalam jumlah sekian RMC dan masing-masing RMC beranggotakan sekian penambang,” ungkapnya.

Selain itu, ketika ditanya tentang perhatian pemerintah sejauh ini untuk APRI seperti apa, dirinya pun menegaskan, pemerintah kurang atau bisa dikatakan minim sekali perhatian kepada penambang rakyat, karena para penambang rakyat belum terorganisir, sehingga keberadaan mereka tidak jelas dan pemerintah sangat kesulitan untuk bisa menjangkau mereka.

“Justru melalui APRI ini, kita upayakan supaya keberadaan penambang rakyat dapat secara real terdata, baik dalam bentuk kelompok, maupun keanggotaannya, dengan data yang jelas dan valid pemerintah pun akan lebih mudah untuk memberikan perhatian dan program,” jelasnya.

 

Perlu diketahui juga, melalui jitunews.com, pada tahun 2016 tambang rakyat memiliki potensi menambah pemasukan negara sebesar Rp 10 triliun setiap tahunnya.

Baca Juga  Panglima LBB Hadiri Perkawinan Keponankan Stafsus Ayahnda Zairullah

Oleh karena itu, melalui penerapan RMC, APRI akan mengupayakan legalitas sehingga penerimaan negara yang berupa pajak/royalti/retribusi itu bisa dipastikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, APRI akan mengupayakan dan memohon pengakuan bahwa penambang rakyat adalah profesi yang sama seperti petani, nelayan dan profesi lainnya, serta mengusulkan kepada pemerintah agar ada satuan kerja, direktur, atau direktorat di Kementerian yang mengurus, memperhatikan dan mengelola pertambangan rakyat, sehingga memperkuat pertahanan negara di sektor ekonomi.

Sementara itu, Gatot juga menambahkan, dari data APRI nanti ada tiga hal penting yang bisa menjadi parameter. Seperti jumlah lapangan kerja, jumlah pendapatan perkapita dan inventarisasi data lokasi tambang, sehingga mudah untuk reklamasi dan rehabilitasi paska tambangnya.

Dirinya pun menambahkan, jika Kalimantan itumerupakan gudangnya sumberdaya alam, seperti Batubara + Coal Bed Methane (CBM), minyak bumi, Pasir Silika, Emas, Zirkon, Tembaga, Intan dan juga Gemstone (batu akik).

Sementara itu, H. Ridianto pun dalam sambutannya menambahkan, dirinya sangat berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan, “Ini merupakan kepercayaan yang luar biasa, banyak PR yang harus di selesaikan bersma-sama terutama untuk APRI Kalsel kedepan, harapannya APRI bisa menjadi motor bagi kesejahteraan masyarakat Kalsel,” tutupnya. (Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *