Karya Anak Banua Ini (Novel 1/4: Pemenang Novel Fiksi Terbaik di IBF 2020) Sukses Dibedah Pada Forum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM (HIMMPAS)

- Penulis

Selasa, 3 Agustus 2021 - 13:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta-Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (HIMMPAS) Universitas Gadjah Mada baru saja mengadakan seminar bedah buku bersama Hangka, pemenang novel fiksi kategori dewasa terbaik tahun 2020 di Islamic Book Fair (IBF) Jakarta dengan judul novelnya “1/4”. Acara diadakan pada tanggal 31 Juli 2021 melalui media platform Zoom dengan menghadirkan Hangka sebagai penulis novel dan Khairul Amin, mahasiswa Pascasarjana UGM fakultas Filsafat sebagai pemantik atau pembedah dalam acara ini.

Dibuka secara resmi oleh ketua umum Himmpas UGM, Awal Wahyudi dan perwakilan Forsi Himmpas Nasional beserta perwakilan Himmpas seluruh Indonesia acara berjalan apik dan menarik, ditambah antusias yang sangat besar dari para peserta yang berasal dari beragam daerah di Indonesia. Acara dimulai dengan pemaparan penulis terkait novel yang akan dibedah. Penulis yang lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini memulai dengan seksama acara ini terkait dengan pentingnya memposisikan literasi dan sastra pada tempat yang tepat dan layak. “Sastra dan literasi bukan sekedar hiburan belaka, bukan sekedar tatanan kata yang indah atau susunan kalimat yang mampu menghipnotis pembacanya, bukan sesederhana itu fungsi dan tujuan sebuah karya. Namun sastra dan literasi adalah wadah utama, media paling penting untuk mengabadikan sebuah ide, gagasan, cita-cita, ideologi, peristiwa-peristiwa bersejarah, hingga momentum-momentum tak terlupakan yang ingin terus dikenang. Karena pada hakikatnya, kita semua harus menunjukkan pada masyarakat bahwa dengan sastra, literasi, dan bahasa kita mampu melakukan sesuatu dan ditempatkan sebagai sesuatu.”

Koordinator Asosiasi Pelajar Banua Internasional (APBI) ini lalu menerangkan secara garis besar ide dan proses kreatif penciptaan novel serta gambaran secara umum isi novelnya. ” Novel 1/4 adalah novel yang bercerita dan mengabarkan kepada kita bahwa jendela kesempatan akan selalu terbuka bagi siapapun yang menyakini bahwa dia mampu jadi lebih baik. Dengan berlatarkan 4 negara dimana Islam pernah berjaya dalam sejarah dahulu, novel ini akan mengajak pembaca untuk memasuki ruang dan waktu yang berpindah-pindah, bersama tokoh-tokoh utama dalam novel ini untuk mengajarkan dan memahami banyak hal tentang arti kehidupan sesungguhnya. Tentang hidup yang penuh kekaguman, penyesalan, ketakutan, dan kebahagiaan yang tak pernah berhenti atau pensiun mengajarkan kepada kita makna hidup yang lebih berarti.”

Hangka yang merupakan Mahasiswa Pascasarjana UGM jurusan Sastra ini menutup statemantnya di sesi pertama dengan sebuah kabar yang menjawan rasa penasaran para pembacanya. “1/4 belum usai, dia baru awal, dia adalah jembatan untuk menuju cerita penuh makna lainnya dan jawaban dari banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam novel ini, nantikan novel ‘1/2 : Kini dan Selamanya’ awal tahun depan ya sahabat semuanya, karena memang tahun ini sedang fokus mempersiapkan novel ke-3 yang bergenre baru dan tesis terlebih dahulu, jadi nantikan dan doakan semoga lancar prosesnya.”

Baca Juga:  Pelat Kendaraan Khusus Anggota DPR Disosialisasikan Kejajaran Polri

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan dari Khairul Amin selaku pembedah. Pemenang kompetisi essay CSSMora yang diadakan UIN Sunan Kalijaga ini memulai pembedahannya dengan apresiasi dan ucapan selamat kepada penulis.
“Mas Hangka, selamat sudah berhasil menyesatkan saya masuk ke dalam dunia cerita yang luar biasa ini. Penuh hikmah, seru, menegangkan, dan mencerahkan. Saya berhasil selesai membaca hanya dalam waktu dua setengah jam lo Mas ini.”

Khairul Amin mulai membedah isi novel 1/4 dari berbagai sisi penceritaan dan penyampaiaan makna yang terkandung di dalam novel, mulai dari segi penokohan, alur cerita, hingga pemaknaan dibalik setiap kisahnya. “Hal paling menarik unik yang menjadikan saya kagum terhadap novel ini adalah kemampuan penulis dalam memberikan kekuatan dan identitas kepada setiap tokohnya, sehingga serasa tak ada yang dianaktirikan, semua punya porsi dan fungsinya masing-masing. Selain itu, penulis mampu bermain dengan alur yang sangat rumit; maju, mundur, berpindah-pindah dimensi dan waktu, namun menarik dan tidak membingungkan. Dari segi makna yang disampaikan oleh penulis, menurut saya sampai kapan pun apa yang disampaikan oleh novel ini akan selalu relevan dengan kehidupan kita, karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya betul-betul sangat dekat dengan sisi kehidupan dan kemanusiaan kita sebagai seorang hamba.”

Setelah satu jam lebih pembahasan dan pembedahan, acara dittup dengan diskusi bersama peserta. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya peserta yang menuliskan pertanyaan di kolom komentar zoom. Pertanyaan beragam dimulai dari isi cerita novel, hingga tips dan trik dari Hangka terkait kepenulisan. “Salah satu penyebab terjadinya writing block adalan mood. Oleh karena itu saya menyarankan kepada teman-teman jangan pernah menulis berdasarkan mood. Jangan mau menulis diatur atau didikte oleh mood, itu berbahaya, kalau kita ngikut apa kata mood, susah untuk menyelesaikam sebuah karya. Tapi menulislah berdasar komitmen dan tujuan yang jelas. Menulis untuk apa, menulis untuk siapa. Ketika kita sudh menemukan alasan dan motivasi yang tepat kenapa kita harus menulis, maka tidak akan ada lagi yang namanya writing block percaya itu.”

Acara bedah buku ditutup dengan sesi foto bersama. Hangka yang mempunyai nama asli Muhammad Kamal Ihsan, Lc. ini merupakan putra daerah asli Banua (Kalimantan Selatan), ia berharap agar semakin banyak penulis dari Kalimantan Selatan yang meramaikan dunia fiksi nasional. “Kalimantan Selatan itu gudangnya sastrawan, ayo teman-teman kita lanjutkan tradisi dan warisan abah abah, acil acil pendahulu kita berataan.”

Penulis: Mki

Berita Terkait

Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU
SMSI Gaungkan Peran Media Siber dalam Menjaga Marwah Pers Nasional

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 17:55 WITA

Tanah Laut Jadi Episentrum Gerakan Tanam Serempak 10.000 Hektar, Dorong Kedaulatan Pangan Nasional

Kamis, 9 April 2026 - 01:26 WITA

Pemkab Tanah Laut Dukung Penuh Pembangunan Ponpes Al Mubarok Putera di Sarang Halang

Senin, 6 April 2026 - 22:01 WITA

Dari PKK ke Pramuka, Hj. Dian Rahmat Dorong Tertib Administrasi KTA Nasional 2026

Senin, 6 April 2026 - 21:49 WITA

Pemkab Tanah Laut Luncurkan Inovasi “SIAP MELAUT”, Dorong Pelayanan Nelayan Lebih Cepat dan Aman

Senin, 6 April 2026 - 21:41 WITA

Bupati Tanah Laut Lantik Kadisdukcapil Baru, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima

Sabtu, 4 April 2026 - 12:04 WITA

SMPN 1 Kurau Wakili Tanah Laut, Bupati Dorong Raih Prestasi di Lomba Sekolah Sehat Kalsel

Senin, 16 Maret 2026 - 23:35 WITA

Bupati Rahmat Trianto Resmi Berangkatkan Mudik Gratis 2026, Rute Ditambah hingga Tabalong dan Kotabaru

Senin, 16 Maret 2026 - 23:28 WITA

Buka Puasa Bersama Insan Pers, Wakil Bupati Tanah Laut Dorong Kolaborasi Informasi Pembangunan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x